Dalil Sunnah

Pasang Iklan Hanya Rp. 50.000

Promo

  • Kurma Ajwa
  • 350.000
  • 180.000
  • 100.000

Hot

Post Top Ad

Order WA Kurma Ajwa Aliya Madinah

Saturday, August 18, 2018

Bersegera Melaksanakan Shalat Terhindar Dari Kemunafikan

9:50 AM 0
Hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“Siapa yang menunaikan shalat berjama’ah selama 40 dengan memperoleh takbiratul ihram imam, maka ia akan ditetapkan terbebas dari dua hal, yakni terbebas dari neraka dan terbebas dari kenifakan” 

(HR At-Tirmidzi).

Read More

Orang Munafik Memiliki Dua Wajah Dan Dua Lisan.

9:32 AM 0
Dari Abu Hurairah radhiallahu’nhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

Sesungguhnya sejelek-jelek manusia adalah yang mempunyai dua wajah di mana dia datang kepada mereka (kaum muslim) dengan satu wajah dan keapda mereka (kaum munafik) dengan wajah yang lain.” 

(HR. Bukhari 3494, dan Muslim: 2526)

Allah berfirman,
وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ ءَامَنُوا قَالُوا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْإِلىَ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُونَ
Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan, ‘Kami telah beriman’ dan bila mereka kembali kepada setan-setan mereka, mereka mengatakan, ‘Sesunggunya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok’.” (Al-Baqarah: 14)
Read More

Sunday, August 12, 2018

Dosa Jariyah

4:59 AM 0
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ
Dan barangsiapa yang membuat (mempelopori) perbuatan yang buruk dalam Islam, maka baginya dosa dan (ditambah dengan) dosa orang-orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun” (HR Muslim no. 1017).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا
Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa orang yang mengikuti tersebut sedikit pun” (HR. Muslim no. 2674).


@ Bagi mereka yang pertama kali memiliki ide perbuatan yang buruk dan yang pertama kali mempopulerkannya, kemudian diikuti oleh banyak orang. Karena bisa jadi orang tersebut menanggung dosa jariyah

@ Dosa yang tetap terus mengalir, sekalipun orangnya telah meninggal. Dosa yang akan tetap ditimpakan kepada pelakunya, sekalipun dia tidak lagi mengerjakan perbuatan maksiat itu.

Orang yang melakukan amal buruk, atau perbuatan maksiat, dia akan mendapatkan dosa dari perbuatan yang dia lakukan, ditambah dampak buruk yang ditimbulkan dari kejahatan yang dia kerjakan. Selama dampak buruk ini masih ada, dia akan terus mendapatkan kucuran dosa itu.

Mempelopori dalam arti dia melakukan perbuatan maksiat itu di hadapan orang lain, sehingga banyak orang yang mengikutinya. Meskipun dia sendiri tidak mengajak orang lain untuk mengikutinya.




لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ
Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). (QS. an-Nahl: 25)
Image result for Dosa Jariyah
Read More

Sunday, July 22, 2018

Allâh Tidak Melihat Bentuk Dan Harta Kamu, Tetapi Dia Melihat Hati Dan Amal Kamu

4:24 AM 0
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Sesungguhnya Allâh tidak melihat bentuk kamu dan harta kamu, tetapi Dia melihat hati kamu dan amal kamu (HR. Muslim, no. 2564)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Sesungguhnya semua amalan itu terjadi dengan niat, dan setiap orang mendapatkan apa yang dia niatkan. [HR. Al-Bukhâri, no.1; Muslim, no. 1907; dari Umar bin al-Khaththab]

@ Allâh Subhanahu wa Ta’ala akan melihat hati manusia, apakah ikhlas, dan melihat amalnya, apakah sesuai dengan tuntunan

Read More

Orang Yang Tidak Mencari Pemahaman Dalam Agama Dia Telah Dihalangi Dari Kebaikan

4:13 AM 0
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ

Barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allâh, Dia menjadikannya faham terhadap agama. [HR. Al-Bukhâri, no: 71]



Image result for kebaikan
Read More

Bertanya Merupakan Obat Kebodohan

3:51 AM 0
Allâh Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan kepada umat untuk bertanya kepada ulama:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. [Al-Anbiya’/21: 7]

Semakna dengan ayat ini, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang panjang:

أَلاَ سَأَلُوْا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوْا فَإِنَّمَا شِفَاءُ الْعِيِّ السُّؤَالُ

Tidakkah mereka bertanya ketika mereka tidak tahu, padahal sesungguhnya obat kebodohan hanyalah bertanya. 

[HR. Abu Dawud, no. 336, Kitab: Thaharah, Bab: al-Majruh Yatayammamu (orang yang luka bertayammum), dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahîh Abi Dawud]

Hadits ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu merupakan obat kebodohan, juga mendorong orang jahil (bodoh) untuk minta fatwa (bertanya tentang peristiwa yang terjadi) kepada Ulama’.

Read More

Sunday, July 15, 2018

Memperbanyak Istighfar Mendapatkan Rezeki

2:33 AM 0
Allâh Azza wa Jalla berfirman,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ﴿١٠﴾ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا ﴿١١﴾ وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Rabbmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. [Nûh/ 71: 10-12]

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا

dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu… [Hûd/ 11: 3]

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَكْثَرَ مِنَ الِاسْتِغْفَارِ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, Allâh Azza wa Jalla akan menjadikan baginya kelapangan dari setiap kegundahan; dan jalan keluar dari setiap kesempitan. Dan Allâh Azza wa Jalla akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.[Musnad Ahmad, no. 2234. Syaikh Ahmad Syakir berkata, “Isnadnya shahih.”]

Limpahan rezeki tersebut terwujud dalam guyuran hujan yang menyemaikan kesuburan, membanyakkan harta dan anak-anak serta melimpahkan kucuran rezeki, dan menebarkan berbagai sumber dan mata air yang menjadi sarana kesuburan negeri mereka.

Allâh Azza wa Jalla akan membukakan baginya jalan dari berbagai kesempitan dan kegundahan, serta akan dilimpahkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Image result for Istighfar
Read More

Sunday, April 1, 2018

Mengobati Kekecewaan Orang

4:56 AM 0
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menolak hadiah dari seseorang. Setelah tampak kekecewaan pada raut pemberi hadiah, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan alasan penolakannya.

Dari ash-Sha’b bin Jatstsâmah Radhiyallahu anhu, sesungguhnya ia berkata:

أَهْدَيْتُ لِرَسُوْلِ اللهِ حِمَارًا وَحْشِيًّا, فَرَدَّهُ عَلَيَّ. فَلَمَّا رَأَى مَا فِيْ وَجْهِيْ, قَالَ: إِنَّا لَمْ نَرُدَّهُ عَلَيْكَ إِلَّا لِأَنَّا حُرُمٌ

Aku hadiahkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seekor keledai liar. Akan tetapi, Beliau menolaknya. Ketika melihat ekspresi (kekecewaan) pada wajahku, Beliau berkata, “Sesungguhnya kami tidaklah menolak pemberianmu kecuali lantaran kami tengah dalam ihram”.[Muttafaqun alaih.]



@ Pengajuan alasan terkait penolakan hadiah untuk menenangkan hati pemberi hadiah

@ Dianjurkan bagi orang yang menolak hadiah atau semisalnya agar ia menyampaikan alasan penolakan kepada pemberi hadiah untuk mengobati kekecewaan hatinya

Rasûlullâh membagikan harta rampasan yang banyak kepada orang-orang Quraisy dan kabilah-kabilah Arab lainnya. Sementara, kaum Anshar tidak mendapat sedikit pun darinya. Beliau pun memerintahkan Sa’d bin ‘Ubadah Radhiyallahu anhu untuk mengumpulkan mereka. Ringkasnya, kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan alasan dari sikap Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lebih mengutamakan orang-orang Quraisy dalam pembagian harta rampasan.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada kaum Anshar:

أَوَجَدْتُمْ يَا مَعْشَرَ اْلأَنْصَارِ فِيْ أَنْفُسِكُمْ فِي لُعَاعَةٍ مِنَ الدُّنْيَا تَأَلَّفْتُ بِهَا قَوْمًا لِيُسْلِمُوْا، وَوَكَّلْتُكُمْ إِلَى إِسْلَامِكُمْ، أَلَا تَرْضَوْنَ يَا مَعْشَرَ اْلأَنْصَارِ أَنْ يَذْهَبَ النَّاسُ بِالشَّاةِ وَالْبَعِيْرِ، وَتَرْجِعُوْا بِرَسُوْلِ اللهِ إِلَى رِحَالِكُمْ

“Apakah kalian, wahai sekalian Anshar, merasa iri dalam hal remeh dari perkara dunia, yang aku lakukan untuk mengikat hati orang-orang agar mereka masuk Islam dengan kuat, sedangkan aku sudah percaya dengan keislaman kalian. Tidakkah kalian rela, wahai sekalian Anshar, orang-orang pulang dengan membawa kambing dan onta, sedangkan kalian pulang dengan membawa Rasulullah ke perkemahan kalian?”

Kaum Anshar kemudian berkata, “Kami ridha Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai bagian dan jatah kami”. [HR. Ahmad dalam Musnad 3/76-77 no.11730 dengan sanad hasan.]

@ pentingnya menenangkan perasaan orang lain dengan menjelaskan alasan untuk sebuah tindakan yang dilakukan. Ia pun akan memahami dan mengerti sehingga prasangka buruknya pun akan sirna.

Pelajaran penting ini sepantasnya diikuti oleh seseorang dalam kehidupannya bersama masyarakat yang heterogen. Alasan-alasan, baik itu alasan syar’i atau alasan lain yang bersifat pribadi, seyogyanya ia sampaikan ketika tidak mau menerima bingkisan, menolak untuk menghadiri undangan tertentu, atau melakukan satu tindakan yang dipahami orang lain sebagai tindakan yang tidak tepat.

Image result for logo disappointed
Read More

Post Top Ad

Your Ad Spot