Dalil Sunnah

Pasang Iklan Hanya Rp. 50.000

Promo

  • Kurma Ajwa
  • 350.000
  • 180.000
  • 100.000

Hot

Post Top Ad

Order WA Kurma Ajwa Aliya Madinah

Sunday, July 22, 2018

Bertanya Merupakan Obat Kebodohan

3:51 AM 0
Allâh Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan kepada umat untuk bertanya kepada ulama:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. [Al-Anbiya’/21: 7]

Semakna dengan ayat ini, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang panjang:

أَلاَ سَأَلُوْا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوْا فَإِنَّمَا شِفَاءُ الْعِيِّ السُّؤَالُ

Tidakkah mereka bertanya ketika mereka tidak tahu, padahal sesungguhnya obat kebodohan hanyalah bertanya. 

[HR. Abu Dawud, no. 336, Kitab: Thaharah, Bab: al-Majruh Yatayammamu (orang yang luka bertayammum), dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahîh Abi Dawud]

Hadits ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu merupakan obat kebodohan, juga mendorong orang jahil (bodoh) untuk minta fatwa (bertanya tentang peristiwa yang terjadi) kepada Ulama’.

Read More

Sunday, July 15, 2018

Memperbanyak Istighfar Mendapatkan Rezeki

2:33 AM 0
Allâh Azza wa Jalla berfirman,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ﴿١٠﴾ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا ﴿١١﴾ وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Rabbmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. [Nûh/ 71: 10-12]

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا

dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu… [Hûd/ 11: 3]

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَكْثَرَ مِنَ الِاسْتِغْفَارِ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, Allâh Azza wa Jalla akan menjadikan baginya kelapangan dari setiap kegundahan; dan jalan keluar dari setiap kesempitan. Dan Allâh Azza wa Jalla akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.[Musnad Ahmad, no. 2234. Syaikh Ahmad Syakir berkata, “Isnadnya shahih.”]

Limpahan rezeki tersebut terwujud dalam guyuran hujan yang menyemaikan kesuburan, membanyakkan harta dan anak-anak serta melimpahkan kucuran rezeki, dan menebarkan berbagai sumber dan mata air yang menjadi sarana kesuburan negeri mereka.

Allâh Azza wa Jalla akan membukakan baginya jalan dari berbagai kesempitan dan kegundahan, serta akan dilimpahkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Image result for Istighfar
Read More

Sunday, April 1, 2018

Mengobati Kekecewaan Orang

4:56 AM 0
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menolak hadiah dari seseorang. Setelah tampak kekecewaan pada raut pemberi hadiah, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan alasan penolakannya.

Dari ash-Sha’b bin Jatstsâmah Radhiyallahu anhu, sesungguhnya ia berkata:

أَهْدَيْتُ لِرَسُوْلِ اللهِ حِمَارًا وَحْشِيًّا, فَرَدَّهُ عَلَيَّ. فَلَمَّا رَأَى مَا فِيْ وَجْهِيْ, قَالَ: إِنَّا لَمْ نَرُدَّهُ عَلَيْكَ إِلَّا لِأَنَّا حُرُمٌ

Aku hadiahkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seekor keledai liar. Akan tetapi, Beliau menolaknya. Ketika melihat ekspresi (kekecewaan) pada wajahku, Beliau berkata, “Sesungguhnya kami tidaklah menolak pemberianmu kecuali lantaran kami tengah dalam ihram”.[Muttafaqun alaih.]



@ Pengajuan alasan terkait penolakan hadiah untuk menenangkan hati pemberi hadiah

@ Dianjurkan bagi orang yang menolak hadiah atau semisalnya agar ia menyampaikan alasan penolakan kepada pemberi hadiah untuk mengobati kekecewaan hatinya

Rasûlullâh membagikan harta rampasan yang banyak kepada orang-orang Quraisy dan kabilah-kabilah Arab lainnya. Sementara, kaum Anshar tidak mendapat sedikit pun darinya. Beliau pun memerintahkan Sa’d bin ‘Ubadah Radhiyallahu anhu untuk mengumpulkan mereka. Ringkasnya, kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan alasan dari sikap Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lebih mengutamakan orang-orang Quraisy dalam pembagian harta rampasan.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada kaum Anshar:

أَوَجَدْتُمْ يَا مَعْشَرَ اْلأَنْصَارِ فِيْ أَنْفُسِكُمْ فِي لُعَاعَةٍ مِنَ الدُّنْيَا تَأَلَّفْتُ بِهَا قَوْمًا لِيُسْلِمُوْا، وَوَكَّلْتُكُمْ إِلَى إِسْلَامِكُمْ، أَلَا تَرْضَوْنَ يَا مَعْشَرَ اْلأَنْصَارِ أَنْ يَذْهَبَ النَّاسُ بِالشَّاةِ وَالْبَعِيْرِ، وَتَرْجِعُوْا بِرَسُوْلِ اللهِ إِلَى رِحَالِكُمْ

“Apakah kalian, wahai sekalian Anshar, merasa iri dalam hal remeh dari perkara dunia, yang aku lakukan untuk mengikat hati orang-orang agar mereka masuk Islam dengan kuat, sedangkan aku sudah percaya dengan keislaman kalian. Tidakkah kalian rela, wahai sekalian Anshar, orang-orang pulang dengan membawa kambing dan onta, sedangkan kalian pulang dengan membawa Rasulullah ke perkemahan kalian?”

Kaum Anshar kemudian berkata, “Kami ridha Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai bagian dan jatah kami”. [HR. Ahmad dalam Musnad 3/76-77 no.11730 dengan sanad hasan.]

@ pentingnya menenangkan perasaan orang lain dengan menjelaskan alasan untuk sebuah tindakan yang dilakukan. Ia pun akan memahami dan mengerti sehingga prasangka buruknya pun akan sirna.

Pelajaran penting ini sepantasnya diikuti oleh seseorang dalam kehidupannya bersama masyarakat yang heterogen. Alasan-alasan, baik itu alasan syar’i atau alasan lain yang bersifat pribadi, seyogyanya ia sampaikan ketika tidak mau menerima bingkisan, menolak untuk menghadiri undangan tertentu, atau melakukan satu tindakan yang dipahami orang lain sebagai tindakan yang tidak tepat.

Image result for logo disappointed
Read More

Tuesday, March 13, 2018

Akhlak Yang Baik Merupakan Konsekuensi Iman Yang Benar

11:08 PM 0
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, 

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya”

HR. At-Tirmidzi, 3/466; Ahmad, 2/250 dan Ibnu Hibban, 9/483. Hadits dinyatakan shahih oleh Imam at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Syaikh al-Albani.

Image result for akhlak baik
Read More

Sunday, March 11, 2018

Allah Mengangkat Derajat orang yang mempelajari al-Qur’ân dan merendahkan derajat orang yang tidak mau mempelajari dan mengamalkan al-Qur’ân

10:52 PM 0
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا اْلكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ
Sesungguhnya Allah meninggikan dengan kitab ini (al-Qur’ân) kedudukan beberapa kaum dan merendahkan dengannya kedudukan yang lain. [HR. Muslim]

Image result for derajat quran
Read More

Friday, February 16, 2018

Orang Yang Selalu Menyebut-nyebut Sedekahnya Diancam Pada Hari Kiamat Tidak Akan Diajak Bicara, Tidak Dilihat Dan Tidak Disucikan

6:21 PM 0
عَنْ أَبِى ذَرٍّ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ » قَالَ فَقَرَأَهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ثَلاَثَ مِرَارٍ. قَالَ أَبُو ذَرٍّ خَابُوا وَخَسِرُوا مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « الْمُسْبِلُ وَالْمَنَّانُ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ ».

“Dari Abu Dzar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, 

“Ada tiga orang yang pada hari kiamat tidak akan diajak bicara, tidak dilihat dan tidak disucikan serta baginya siksa yang pedih.” 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulanginya sampai tiga kali. 

Abu Dzar berkata, “Mereka sengsara dan merugi. Lantas siapakah mereka wahai Rasulullah?” 

Beliau bersabda, 

“Lelaki yang berpakaian isbal (menjulurkan celana di bawah mata kaki), 

orang yang mengungkit-ungkit kebaikannya setelah memberi, 

serta orang yang melariskan dagangannya dengan sumpah yang palsu.” 

(HR. Muslim no. 106).

Image result for sedekah
Read More

Sunday, January 14, 2018

Dusta Mengantarkan Ke Neraka

7:13 AM 0

Ibnu Mas’ud menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,




.....Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.[HR. Muslim no. 2607]

Image result for dusta



Read More

Jujur Mengantarkan Ke Surga

7:10 AM 0
Ibnu Mas’ud menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur."


[HR. Muslim no. 2607]

Image result for jujur


Read More

Post Top Ad

Your Ad Spot